Junwangi – Melalui untaian ayat suci Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan, SMP Bilingual Terpadu sukses menggelar kegiatan pembelajaran kokulikuler kelas VII yang mengusung tema “Eco Quranic Journey: Menumbuhkan Cinta Lingkungan dan Kesantunan Berbahasa Berlandaskan Al-Quran”, kegiatan ini berlangsung selama sepekan penuh, mulai dari 18 Mei hingga 23 Mei 2026.


Membuka Gerbang Peradaban lewat Akhlak
Langkah awal kegiatan ini ditandai dengan upacara pembukaan yang khidmat di Pendopo Walisongo, dihadiri oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII serta jajaran dewan guru. Antusiasme siswa tampak membuncah, tak sabar untuk segera mereguk ilmu langsung dari alam.
Acara dibuka langsung oleh Kepala SMP Bilingual Terpadu, Ustadz Saiful Anshori, S.Pd., Gr. Dalam sambutannya yang menyentuh sanubari, beliau menekankan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk menempa moralitas demi kemajuan bangsa. “Kemajuan peradaban sebuah bangsa ditentukan oleh runtuh dan tegaknya moralitas manusia di dalamnya,” tegas beliau.

Usai pembukaan, para siswa langsung dibekali ilmu berupa pemaparan materi tentang bahaya sampah bagi bumi yang disampaikan oleh Ustazah Mar’atus Sholihah, M.Pd. Tak hanya itu, para siswa juga memperdalam hafalan surat Al-Qur’an sebagai fondasi spiritual kegiatan, sebelum akhirnya ditutup dengan refleksi mendalam di kelas masing-masing.
Melalui rangkaian aktivitas yang telah dirancang apik, siswa diajak untuk membaca dan menyelami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pelestarian alam, lalu membumikannya dalam kehidupan sehari-hari. Menariknya, kegiatan ini juga menjadi panggung bagi siswa untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris dan Arab secara santun dan percaya diri. Pembelajaran bahasa dikemas secara interaktif agar tidak kaku, sehingga siswa dapat langsung mempraktikkannya dalam situasi nyata bertema lingkungan.

Mengubah Sampah Menjadi Karya, Mengukir Pesan Lewat Drama
Kreativitas siswa semakin merekah saat mereka ditantang mengekspresikan kepedulian lingkungan melalui pembuatan video drama kolaboratif. Lewat media ini, siswa belajar menyatukan kepala, berkomunikasi, dan menyebarkan virus kebaikan kepada masyarakat luas.
Sebagai aksi nyata menyembuhkan bumi, siswa juga merancang bantal ecobrick dari sampah plastik bekas. Guna mematangkan konsep ini, sekolah menggandeng tangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo dengan menghadirkan Ibu Indah Yuliati, SE. Di bawah bimbingannya, setiap kelompok dengan cekatan mengumpulkan sampah plastik dan botol bekas untuk disulap menjadi barang yang berdaya guna.

Membaca “Buku Semesta” di Taman Safari
Puncak kehangatan dengan alam terasa kian kental saat seluruh santri kelas VII bertolak ke Taman Safari Prigen. Sebelum keberangkatan, petuah sejuk disampaikan oleh Bapak Pengasuh Pesantren, KH. Nur Cholis Misbah. Beliau menanamkan pesan emas kepada para santri:
1. Menjaga api motivasi agar terus semangat belajar.
2. Menjadikan istighfar sebagai zikir utama pengikis dosa.
3. Selalu menabur benih kebaikan di mana pun kaki berpijak.
Didampingi oleh pemandu, mereka diajak berdialog dengan alam serta mengenal dari dekat kekayaan flora dan fauna yang menakjubkan.
Puas mereguk ilmu dari alam, petualangan para santri berlanjut ke dunia penuh kegembiraan. Mereka melepas penat dengan menjajal berbagai wahana permainan, menyaksikan presentasi edukasi satwa yang interaktif, hingga memacu adrenalin lewat pertunjukan teater Temple of Terror yang mendebarkan, serta menyaksikan aksi memukau dalam seni sirkus.
Perjalanan yang sarat wawasan ini pun ditutup dengan manis melalui wisata religi ke Masjid Cheng-Hoo, Pasuruan. Di sana, para santri tidak hanya melepas lelah, tetapi juga menyerap kesejukan spiritual dan mengagumi akulturasi budaya yang terpahat indah pada arsitektur masjid tersebut.
Menutup Pekan dengan Jejak Digital yang Positif
Agar ilmu yang didapat tidak menguap begitu saja, pada Jumat, 22 Mei 2026, setiap kelompok merampungkan video kreatif berisi ajakan untuk menjaga lingkungan dan menyayangi satwa. Rangkaian agenda Eco Quranic Journey ini pun ditutup dengan riuh tepuk tangan saat pengumuman pemenang video terbaik.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, SMP Bilingual Terpadu berharap dapat melahirkan generasi hijau yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki karakter kokoh yang senantiasa memancarkan cahaya nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.