SMP Bilingual Terpadu sukses menyelenggarakan kegiatan Survival Character 2026 dengan tema “Berakar pada Budaya, Membuka Jendela Dunia” pada 30 April hingga 5 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas IX tersebut menjadi sarana pembinaan karakter santri melalui penguatan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, kebersamaan, kepedulian sosial, serta pengenalan budaya dan kearifan lokal.

Selama rangkaian kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan sikap disiplin dalam mengikuti setiap agenda yang telah direncanakan. Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan sejak pembukaan hingga penutupan.
Kegiatan diawali dengan acara pembukaan dan pengenalan program yang disampaikan oleh Kepala SMP Bilingual Terpadu, Ustaz Saiful Anshori, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Survival Character 2026 menjadi media pembentukan karakter sekaligus penguatan jati diri santri agar mampu tumbuh sebagai generasi yang tangguh, berakhlak mulia, serta tetap berpegang teguh pada nilai budaya dan ajaran Islam di tengah perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan ini, santri diharapkan memiliki karakter kuat, jiwa mandiri, serta wawasan luas tanpa kehilangan identitas sebagai insan yang berbudaya dan religius,” tuturnya.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat namun tetap hangat dan menyenangkan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat.
Pada hari kedua, para siswa mendapatkan tausiah dan motivasi dari KH Nurcholis Misbah. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, meningkatkan semangat belajar, serta memiliki sikap rendah hati dalam menuntut ilmu. Tausiah tersebut memberikan penguatan spiritual sekaligus motivasi bagi para santri untuk terus memperbaiki diri dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Agenda utama kegiatan berlangsung pada hari ketiga melalui Edu Trip ke kawasan Bumiaji, Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan karakter sekaligus pengenalan budaya lokal kepada para siswa.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan outbound edukatif yang melatih kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, dan kekompakan antarsiswa melalui berbagai permainan kelompok. Para peserta juga mengikuti offroad adventure yang memberikan pengalaman menantang serta melatih keberanian, ketangguhan, dan kemampuan beradaptasi di alam terbuka.
Selain itu, siswa diajak mengunjungi pusat oleh-oleh Kendedes sebagai bentuk pengenalan terhadap produk dan budaya lokal daerah. Kegiatan hari itu kemudian ditutup dengan makan malam bersama di Wong Tani Rumah Makan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang semakin mempererat hubungan antarsantri maupun dengan para pendamping.
Memasuki hari keempat hingga penutupan kegiatan, para siswa menyusun laporan perjalanan sebagai bentuk refleksi dan evaluasi atas pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti Survival Character 2026. Dengan bimbingan guru pendamping, para peserta belajar menyusun laporan secara sistematis menggunakan bahasa yang baik, runtut, dan komunikatif.
Kegiatan tersebut bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis, keterampilan menulis, serta tanggung jawab dalam menyampaikan pengalaman dan pembelajaran yang telah diperoleh.
Secara keseluruhan, Survival Character 2026 berjalan lancar dan sukses sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Melalui kegiatan ini, SMP Bilingual Terpadu berharap para santri mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, mencintai budaya lokal, serta siap menghadapi masa depan dengan wawasan luas dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.