Info Sekolah
Rabu, 07 Okt 2026
  • Sekolah Berbasis Pesantren dengan Pendidikan 24 Jam, dibawah naungan Pesantren Modern alAmanah Junwangi
  • Sekolah Berbasis Pesantren dengan Pendidikan 24 Jam, dibawah naungan Pesantren Modern alAmanah Junwangi

SMP Bilingual Terpadu Terapkan Pembelajaran Mendalam Lewat Praktikum Pembuatan Yoghurt Di Kelas IX D

Terbit : Selasa, 6 Oktober 2026

Dunia pendidikan modern saat ini tidak lagi sekadar menuntut siswa untuk menghafal teks di dalam buku pelajaran, melainkan menuntut adanya pemahaman mendalam melalui pengalaman langsung. Semangat inilah yang tercermin kuat dalam kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Bilingual Terpadu. Pada Senin, 5 Oktober 2026, suasana ruang laboratorium sekolah tampak berbeda dari biasanya. Puluhan siswa-siswi kelas IX D berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk melaksanakan kegiatan praktikum IPA pada materi Bioteknologi, dengan judul praktikum khusus: “Aplikasi Bioteknologi Konvensional dalam Pembuatan Yoghurt.”

Praktikum ini dirancang bukan hanya sebagai pelengkap kurikulum, melainkan sebagai media bagi para siswa untuk menyentuh secara langsung bagaimana prinsip-prinsip sains bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Melalui media susu dan bantuan agen biologi, para siswa diajak untuk memahami fenomena fermentasi secara nyata, mengubah teori abstrak di papan tulis menjadi produk konsumsi yang kaya akan manfaat kesehatan.

Sejak menit pertama kelas dimulai, para siswa kelas IX D sudah menunjukkan ketertarikan yang luar biasa. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk bekerja sama merakit alat, mengukur volume bahan, dan menjaga sterilisasi media. Keterlibatan aktif ini membuat ruang kelas menjadi ruang diskusi yang hidup dan interaktif.

Salah satu siswi kelas IX D, Inayah, mengungkapkan rasa senangnya yang mendalam selama mengikuti kegiatan praktikum ini. Menurutnya, keberadaan Lembar Kerja (LK) kegiatan yang disajikan oleh guru sangat membantu kelancaran proses belajar kelompok mereka.

“Kami sangat senang mengikuti kegiatan praktikum ini karena kami tidak sekadar paham teori di dalam buku, melainkan ikut terlibat secara langsung untuk memperkuat pemahaman materi kami. Adanya LK kegiatan yang disajikan juga sangat kami sukai. Di dalam LK tersebut, sudah tertulis secara jelas apa saja langkah yang harus dilakukan, bagaimana cara merakit alatnya dengan benar, hingga alur berpikir yang menuntun kami dari mulai pembuatan hipotesa awal hingga membuat kesimpulan akhir,” ucap Inayah dengan penuh semangat setelah berhasil menyelesaikan langkah-langkah praktikumnya.

Kejelasan alur dalam panduan praktikum tersebut membuat para siswa tidak merasa kebingungan, melainkan tertantang untuk membuktikan apakah hipotesis yang mereka bangun di awal kegiatan akan sesuai dengan produk akhir yang dihasilkan setelah proses inkubasi.

Hal senada juga diungkapkan oleh rekan sekelasnya, Fahreza. Bagi Fahreza, kepuasan terbesar dari praktikum ini adalah hilangnya sekat antara imajinasi teoretis dengan realitas bentuk fisik dari materi bioteknologi yang sedang dipelajari.

“Kegiatan ini sangat menyenangkan karena tidak monoton membaca teori sambil membayangkan saja, tetapi kami benar-benar terlibat langsung. Sekarang kami paham betul apa itu bahan dasar, apa itu agen biologi yang bekerja, dan seperti apa produk akhir dalam penerapan bioteknologi konvensional ini. Mengetahui peran bakteri Lactobacillus bulgaricus atau Streptococcus thermophilus langsung lewat proses pembuatan yoghurt jauh lebih membekas di ingatan daripada sekadar menghafal namanya untuk ujian,” ungkap Fahreza jujur.

Fenomena kegembiraan dan pemahaman tajam yang ditunjukkan oleh Inayah, Fahreza, beserta seluruh siswa kelas IX D bukan sekadar kebetulan. Dari pendapat-pendapat jujur para siswa tersebut, terlihat jelas bahwa SMP Bilingual Terpadu telah berhasil mengimplementasikan konsep pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang mencakup tiga pilar utama mindful, joyful, dan meaningful.

Ketika siswa dihadapkan pada pengerjaan praktikum biologis seperti fermentasi yoghurt, mereka dituntut untuk memiliki kesadaran penuh (mindfulness) terhadap setiap detail prosesnya. Mereka harus memastikan suhu susu berada pada titik yang tepat sebelum bakteri dimasukkan agar agen biologi tidak mati. Mereka juga harus menjaga kebersihan alat agar tidak terjadi kontaminasi bakteri liar. Kesadaran akan pentingnya akurasi dan kebersihan ini melatih fokus serta perhatian mendalam siswa terhadap materi sains yang sedang mereka manipulasi secara fisik.

Sains sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan atau membosankan akibat tumpukan istilah ilmiah asing. Namun, dengan mengubah ruang kelas menjadi dapur laboratorium mini yang interaktif, SMP Bilingual Terpadu berhasil menghadirkan atmosfer joyful. Siswa tertawa bersama saat mengamati perubahan tekstur susu, bekerja sama dalam tim, dan menikmati proses eksperimen. Rasa bahagia inilah yang memicu otak siswa untuk lebih terbuka dalam menyerap informasi baru tanpa adanya paksaan psikologis.

Pembelajaran menjadi bermakna ketika siswa mengetahui jawaban dari pertanyaan: “Untuk apa saya mempelajari materi ini?” Melalui praktikum pembuatan yoghurt, materi bioteknologi konvensional tidak lagi berhenti sebagai barisan kalimat di lembar soal ujian. Siswa pulang ke rumah dengan pengetahuan praktis bahwa teknologi pangan sederhana dapat meningkatkan nilai gizi dan ekonomi dari segelas susu segar. Manfaat nyata inilah yang melahirkan kebermaknaan jangka panjang dalam memori kognitif anak.

Keberhasilan praktikum bioteknologi di kelas IX D ini menjadi bukti komitmen SMP Bilingual Terpadu dalam mempertahankan kualitas pendidikan berbasis bilingual yang diimbangi dengan kekuatan literasi sains yang aplikatif. Dengan memfasilitasi kebutuhan siswa melalui Lembar Kerja (LK) yang terstruktur dan ruang praktikum yang akomodatif, sekolah ini membuktikan diri mampu melahirkan lingkungan belajar yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Kepuasan belajar yang dirasakan oleh Inayah dan Fahreza diharapkan mampu menular ke kelas-kelas lainnya, memicu gelombang semangat literasi ilmiah yang lebih besar di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan mindful, joyful, dan meaningful, SMP Bilingual Terpadu tidak hanya sedang mencetak siswa yang pintar secara akademis, melainkan sedang membentuk calon-calon pemikir masa depan yang kritis, analitis, dan mampu memanfaatkan ilmu sains untuk kemaslahatan masyarakat luas