Info Sekolah
Minggu, 03 Mei 2026
  • Sekolah Berbasis Pesantren dengan Pendidikan 24 Jam, dibawah naungan Pesantren Modern alAmanah Junwangi
  • Sekolah Berbasis Pesantren dengan Pendidikan 24 Jam, dibawah naungan Pesantren Modern alAmanah Junwangi

Program Kelas Keahlian Sainspreneur SMP Bilingual Terpadu

Terbit : Kamis, 30 April 2026

Program Kelas Keahlian Sainspreneur di SMP Bilingual Terpadu merupakan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan (science), kewirausahaan (entrepreneurship), serta nilai-nilai karakter berbasis Al-Qur’an dan As-Sunnah. Program ini dirancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, mandiri, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan di lingkungan sekitar.

Melalui pendekatan learning by doing, siswa diajak memahami konsep sains secara aplikatif sekaligus mengembangkannya menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomi. Pembelajaran dalam program ini juga selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga setiap aktivitas yang dilakukan siswa memiliki makna kontribusi terhadap masa depan yang lebih baik.

Pada jenjang kelas 7, pembelajaran difokuskan pada bidang Bioteknologi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, tetapi juga mendukung beberapa tujuan SDGs, seperti ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya, dan pelestarian lingkungan. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi:
– Hidroponik, yaitu teknik bercocok tanam urban farming tanpa tanah yang modern dan efisien, mendukung kesadaran akan SDG 2 (Ketahanan Pangan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
– Pembuatan media tanam dan POC (Pupuk Organik Cair) sebagai upaya pemanfaatan limbah organik, sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
– Perawatan tanaman hias, yang melatih ketelatenan sekaligus mendukung SDG 15 (Ekosistem Daratan).
– Menanam dan merawat sayur serta buah, sebagai bekal keterampilan hidup (life skill) sekaligus kontribusi terhadap ketahanan pangan (SDG 2).
– Budidaya maggot (larva Black Soldier Fly), sebagai solusi inovatif pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan, mendukung SDG 12 dan SDG 13.

Memasuki kelas 8 dan 9, siswa diarahkan untuk mengembangkan kemampuan pada bidang Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Robotika. Pada tahap ini, siswa mulai menggabungkan ilmu sains dengan teknologi modern untuk menciptakan alat yang dapat mempermudah aktivitas manusia, sekaligus mendukung inovasi berkelanjutan. Beberapa proyek unggulan yang dikembangkan antara lain:
– Robot sampah otomatis, yang membantu pengelolaan sampah secara efisien dan higienis, sejalan dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 12.
– Robot cikrak otomatis, sebagai inovasi alat kebersihan berbasis teknologi yang mendukung lingkungan bersih dan sehat (SDG 11).
– Robot pencapit sampah, yang melatih keterampilan mekanik dan sistem kendali, sekaligus mendukung efisiensi pengelolaan limbah (SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Secara keseluruhan, program Sainspreneur juga berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran inovatif berbasis praktik, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Siswa tidak hanya belajar menciptakan produk, tetapi juga memahami proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran sederhana.

Dengan demikian, Kelas Keahlian Sainspreneur SMP Bilingual Terpadu berkomitmen mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, terampil dalam praktik, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran global. Program ini menjadi wadah bagi siswa untuk tumbuh sebagai young innovator dan entrepreneur yang siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.