Sejarah SMP Bilingual Terpadu

 


LATAR BELAKANG

Tahun 1992 Pesantren al-Amanah resmi berdiri, dan baru tahun 1995 ada satu santri yang mukim. Sejak itu kami bekerja sama dengan Madrasah Tsanawiyah Negeri. Pagi hari santri sekolah di Madrasah Tsanawiyah, selebihnya mereka mendapatkan layanan pendidikan dari Pesantren al-Amanah. Waktu terus berlalu, pelan-pelan konsep pendidikan yang kita tawarkan mulai mendapat apresiasi, maka kini tahun 2007 jumlah santri yang sekolah di Tsanawiyah lebih dari 200 anak. Evaluasi terus kita lakukan, kecuali banyak manfaat ada beberapa kelemahan dalam kerjasama informal ini :

Adanya beberapa mata pelajaran yang diajarkan “ganda”, disekolah dan Pesantren. Ini jelas menambah beratnya beban santri.
Pergaulan santri dengan anak luar, yang sering tidak sama dalam prinsip khususnya dalam “ disiplin, bahasa dan akhlak”.
Kesulitan pesantren untuk memantau santri ketika di sekolah.
Adanya pembeayaan “ ganda”, karena santri harus memenuhi kewjibannya pada dua lembaga.
Kebijakan dua lembaga, kadang-kadang berbeda hingga sering ada kesalah fahaman.
Dengan beberapa latar belakang itu, kami Pesantren modern al-Amanah memutuskan untuk membuat lembaga setingkat Tsanawiyah dengan nama “ SMP Bilingual Terpadu”. SMP ini dirancang sedemikian rupa, dengan beberapa nilai lebih:

Harus “mukim” di Pesantren.
Lingkungan pesantren yang telah menjadi tradisi baik dalam ibadah, akhlak, disiplin dan bahasa akan mendukung gerak SMP BILINGUAL TERPADU.
Bahasa Arab, Inggris dan “kromo inggil” yang selama ini menjadi bahasa komunikasi santri, otomatis akan menjadi bahasa siswa-siswa SMP BILINGUAL TERPADU.
Madrasah Diniyah yang sudah berjalan sangat baik akan dipadukan dengan kurikulum SMP BILINGUAL TERPADU.
Dukungan guru-guru muda yang berkualitas, penuh semangat dan idealis.
Dukungan penuh dari Yayasan dan Pengasuh.
Aspek-aspek diatas, kami yakini akan mengantarkan “SMP BILINGUAL TERPADU” menjadi alternative ummat untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, Insya Allah.

TUJUAN

  • Berpartisipasi dalam mewujudkan Wajib Belajar 9 tahun.
  • Berpartisipasi dalam mencerdaskan bangsa, baik kecerdasan intelektual, emosional maupun spiritual.
  • Memberikan kepada masyarakat alternative pendidikan yang bercirikan intelektual (SMP), tapi berlandaskan spiritual (terpadu) dan terampil berbahasa Arab Inggris (Bilingual).
  • Menciptakan pendidikan yang memadukan “Tri Pusat” pendidikan; sekolah, keluarga dan masyarakat (pesantren).
  • DASAR


Secara rasional sekolah harus tidak bertentangan dengan :

  • Ideology bangsa dan Negara Pancasila serta Undang-Undang dasar 1945
  • Undang-undang peraturan pemerintah yang berkaitan dengan pendidikan
  • Kurikulum yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan

ALAMAT SEKOLAH

Junwangi No.43 C Krian Sidoarjo