Menguak Sejarah di Tuban
Di Post Oleh: Nurani Ahda Tanggal: 22/05/2019 Di Baca5 kali

Tamba ati iku limo sakwarnane..
Siapa yang tak pernah mendengar tembang itu? Pasti nya semua pernah bahkan hafal. Salah satu tembang peninggalan Sunan Bonang. Hari ini pembelajaran kita menguak sejarah serta berziarah ke makam sunan Bonang. Seperti perkataan Romo sebelum berangkat. Kita tidak boleh meminta apapun dari orang yang sudah meninggal namun kita hanya mendoakannya. Pelajaran yang bisa petik hari ini kita bisa mencontoh beliau (Sunan Bonang) berjuang di jalanNya dan bisa bermanfaat bagi sesama.

Di pembelajaran ke 2 setelah sarapan siang dan sholat jamak dhuhur ashar, semua putra bersiap menuju asrama haji untuk kegiatan manasik haji. sebelum melaksanakan kegiatan manasik haji yang dipandu oleh Ustad Ahmad Antoni Akbar, para santri diberikan pengetahuan tentang prosesi haji dari wukuf, lempar jumroh, thowaf, sai dan tahalul. Sebelum memulai praktek manasik haji para santri mengganti pakaian mereka dengan pakaian ihram. Semua santri antusias dan penuh semangat serta hikmat dalam pelaksanaan program manasik haji. Program ini sangat kaya manfaat dengan memberikan pemahaman kepada peserta bahwa nanti jika mereka berkunjung ke Mekkah untuk beribadah haji atau umroh mereka sudah paham tiap proses dan pelaksanaanya, seperti tawaf di masjidil haram, sai antara bukit Safa ke bukti Marwah.

Pembelajaran ke tempat tiga, kesan pertama saat melihat bagian depan selayaknya tempat peribadahan seperti biasa untuk sholat. Ternyata Masjid Goa Perut Bumi beda dengan tempat ibadah biasanya. Penemunya adalah almarhum KH Subhan Mubarok. Gua ini ditemukan pada 2002. Oleh Mubarok gua ini ditata sedemikian rupa hingga menjadi bangunan bernilai seni tinggi. Berbagai ruang-ruang yang indah. Misalnya di ruang utama, terdapat beberapa pilar dari marmer dan onxy berwarna putih kecoklatan. Sedangkan lantainya juga mirip marmer dengan warna putih dan hitam kecoklatan. Sebagian dindingnya terdapat stalagtit yang menggantung di antara langit-langit gua. Lalu di tengahnya terdapat batu besar marmer yang dilapisi lapisan pelat warna hijau dengan pilar besi kuning yang di tengahnya bertuliskan lafal Arab. Selain itu, di tiap-tiap lorong di ruang gua, juga banyak terdapat stalagmit yang muncul di permukaan tanah. Suasananya kontras dengan dinding gua yang di beberapa sudut di antaranya merembes dan menetes mengeluarkan air. Warna bebatuan juga warna-warni.

Sebelum ditemukan dan dirawat, gua ini merupakan tempat warga sekitar membuang sampah. Saat itu warga Kota Tuban memanfaatkan lahan, yang belakangan diketahui ada gua, sebagai lokasi tempat pembuangan akhir sampah. Lokasinya saat itu tandus, berbau dan tentu saja kotor. Namun berkat almarhum KH Subhan Mubarok di rubah menjadi tempat ibadah bahkan sebagai Pondok Pesantren. Pembelajaran yang di dapat hari ini jangan pernah menilai apapun dari luarnya alias covernya, semua butuh proses untuk menilai sesuatu.

PESANTREN MODERN AL-AMANAH

SMP Berbasis Pesantren
SMP BILINGUAL TERPADU
Green and Bilingual School

Junwangi - Krian – Sidoarjo

#smp
#sekolahmenengah
#sekolah
#smpbilingual
#smpbilter
#greenandbilingualschool
#smpberbasispesantren
#smpbp
#junwangi
#krian
#almanahjunwangi
#sidoarjo
#jawatimur
#favorit
#terbaik
#pesantren
#berprestasi
#unggulan
#santri
#lingkungan
#asri
#sekolahpesantren
#muslim
#pendidikan
#islami
#manasik
#haji

Top